12 Jenis Bensin Yang Pernah Diproduksi Oleh Pertamina
12 Jenis Bensin Yang Pernah Diproduksi Oleh Pertamina
Bensin Yang masih Aktif
1. Pertalite 90
![]() |
| Logo Pertalite |
Pertamina meluncurkan produk ini pada 24 Juli 2015 di SPBU 31.1.02.02 Abdul Muis, Jakarta Pusat oleh Direktur PT Pertamina Dwi Soetjipto dengan ketersediaan awal di 110 SPBU di Jakarta, Surabaya dan Bandung.
Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 37.K/HK.02/MEM.M/2022 tentang Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan yang berlaku surut sejak tanggal 1 Januari 2022, jenis bahan bakar khusus penugasan yang sebelumnya minimum dengan RON 88 (Premium) menjadi RON 90, sehingga Pertalite berstatus menjadi bahan bakar khusus penugasan dengan harga Rp10.000,00 per liter (pada 3 September 2022) di seluruh wilayah Indonesia.
2. Pertamax 92
![]() |
| Logo Pertamax |
Pertamax diklaim dapat membersihkan bagian dalam mesin, dilengkapi dengan pelindung anti karat pada dinding tangki kendaraan, saluran bahan bakar dan ruang bakar mesin , serta mampu menjaga kemurnian bahan bakar dari campuran air sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna.
3. Pertamax Green 95
![]() |
| Logo Pertamax Green |
4. Pertamax Turbo 98
![]() |
| Logo Pertamax Turbo |
Pertamax Turbo adalah bahan bakar yang memiliki Oktan 98 dengan warna Merah terang. Bahan bakar ini hasil pengembangan produk Pertamax Plus 95 yang memiliki RON (research octane number atau angka oktan) minimal 98 serta dilengkapi Ignition Boost Formula (IBF) oleh Pertamina dan Lamborghini. Bahan bakar ini cocok untuk kendaraan dengan kompresi 12:1 sampai dengan 13:1.
Sebelum diluncurkan, Pertamax Turbo diuji coba pada Januari 2016 di ajang balapan Lamborghini Blancpain Supertrofeo European, Sirkuit Vallelunya, Italia. Pertamax Turbo diluncurkan secara resmi pada 29 Juli 2016 di ajang balapan yang sama di Belgia. Standar Euro 4 diimplementasikan pada Pertamax Turbo.
5. Pertamax Racing 100
![]() |
Logo Pertamax Racing |
Bensin yang sudah dihapus
1. Premix (1990-1994)
![]() |
| Logo Premix |
2. Super TT (1980-1998)
Bahan bakar dengan merk Super diluncurkan pada tahun 1980-an karena kebutuhan dengan oktan yang tinggi. Awalnya Super memiliki oktan sebanyak 95, kemudian ditingkatkan menjadi 98 menjelang tahun 1990-an bersamaan dengan diluncurkannya bahan bakar Premix 92.
Beberapa tahun kemudian, terdapat perjanjian internasional yang mewajibkan setiap negara untuk menghilangkan kandungan timbal dalam bahan bakar, maka Super diubah menjadi Super TT (Tanpa Timbal). Namun karena kandungannya yang kurang ramah lingkungan, Super TT dihapus pada tahun 1998 dan digantikan oleh Pertamax 92 pada tahun 1999.
3. BB2L (1990-2001)
BB2L merupakan singkatan dari Bensin Biru 2 Langkah, yang mengandung kandungan timbal sebanyak 0,013 gram/liter dan MTBE (Methyl Tertier Buthyl Ether) maksimum 11% dari volume. BB2L memiliki angka oktan 80–85.
Bahan bakar ini dikhususkan untuk kendaraan yang memakai mesin 2 langkah, sesuai dengan nama produk. Namun BB2L pada tahun 2001 dihentikan produksinya oleh Pertamina karena mencemari lingkungan
4. Bio Premium (2006-2010)
BioPremium pada dasarnya sama dengan Premium, namun ditambah dengan bio ethanol dengan perbandingan 98:2 (2%). BioPremium memenuhi standar yang dicantumkan dalam Dirjen Migas No. 3674 K/24/DJM/2006.
Bahan Bakar ini diluncurkan pada tahun 2006 dan diperluas penjualannya pada Agustus 2008. Namun produksi dihentikan pada Juni 2010 karena tidak didapatkan suplai Ethanol Unhydrous sebagai bahan campuran Bio Premium
5. Bio Pertamax (2006-2010)
![]() |
| Logo Bio Pertamax |
Sama seperti BioPremium, BioPertamax merupakan bahan bakar produk Pertamax dicampur dengan ethanol sebanyak 5%. Produk ini diluncurkan pada Desember 2006 setelah peluncuran BioPremium dan Bio Diesel.
Namun produksi dihentikan pada Juni 2010 bersamaan dengan BioPremium dengan alasan yang sama, yakni karena tidak didapatkan suplai Ethanol Unhydrous sebagai bahan campuran BioPertamax. Dan konsep yang sama kembali di gunakan pada produk baru Pertamina yakni Pertamax Green pada tahun 2023.
6. Pertamax Plus (1999-2016)
![]() |
Logo Pertamax Plus |
Pertamax Plus adalah bahan bakar yang memiliki warna merah terang dengan nilai oktan 95 untuk memenuhi standar performa International Worldwide Fuel Charter (IWWFC) dan standar emisi Euro II. Pertamax Plus adalah bahan bakar untuk kendaraan yang memiliki rasio kompresi antara 11:1 hingga 12:1 serta menggunakan teknologi Electronic Fuel Injection (EFI). Pertamax Plus di luncurkan bersamaan dengan Pertamax.
Penjualan Pertamax Plus dihentikan Desember 2016 karena digantikan dengan Pertamax Turbo dengan angka oktan 98. Namun pada 2023 bahan bakar minyak nonsubsidi dengan nilai oktan 95 diluncurkan ulang oleh Pertamina dengan nama Pertamax Green sebab merupakan campuran Pertamax dan etanol.
7. Premium (1980-2022)
![]() |
| Logo Premium |









Komentar